Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Implementasi Standard Manajemen K3 Di Rumah Sakit Umum Bina Kasih Medan Tahun 2017

Main Article Content

Sudaria Ningsih

Abstract

 Sebagai fasilitas pelayanan kesehatan kuratif dan rehabilitatif, tentunya Rumah Sakit Bina Kasih Medan merupakan salah satu tempat yang mempunyai risiko bahaya kesehatan, Meskipun ada program-program atau kegiatan terkait Kesehatan dan Keselamatan Kerja yang dilaksanakan, namun tidak terkoordinir atau tidak tertata sebagai suatu manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja RS. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan faktor-faktor yang berhubungan dengan Implementasi Standard Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja di RS Bina Kasih Medan. Jenis penelitian ini adalah jenis kuantitatif dengan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan Rumah Sakit Bina Kasih Medan yang berjumlah 340 orang, dengan jumlah sampel sebanyak 97 orang (Stratified Random Sampling). Hasil penelitian diperoleh bahwa mayoritas responden dengan factor tidak meghambat sebanyak 86 orang (88,66%), yang menghambat sebanyak 11 orang (11,34) dan berdasarkan factor pendukung mayoritas dengan mendukung sebanyak 83 orang (85,57%) dan tidak mendukung sebanyak 14 orang (14,43%) tidak terdapat hubungan factor penghambat (p=0,026), sedangkan kualitas SDM (p=0,002), tingkat upah dan jaminan sosial (p=0,016), data dan informasi (p=0,1), law enforcement (p=0,008) ada hubungan dengan implementasi SMK3 di RS Bina Kasih Medan Tahun 2017. Terdapat hubungan factor pendukung (p=0,001), penyuluhan K3 (p=0,006), pelatihan K3 (p=0,001), pelaksanaan K3 (p=0,004), pemeriksaan kesehatan dan APD (p=0,003). Disarankan kepada pihak RS Bina Kasih untuk meningkatkan pelaksanaan law enforcement sehingga diharapkan pada akhirnya kesadaran karyawan akan pentingnya K3RS semakin meningkat pula.




As a curative and rehabilitative health care facility, Bina Kasih Hospital is one of the places that has health hazard risk. Although there are programs or activities related to Health and Safety that are implemented, but not coordinated or unorganized as a management of Health and Safety of RS. The purpose of this study is to determine the relationship of factors related to the Implementation of Health and Safety Management Standard in RS Bina Kasih Medan. This type of research is a quantitative type with cross sectional method. The population in this study were all employees of Bina Kasih Hospital Medan which amounted to 340 people, with the total sample of 97 people (Stratified Random Sampling). The result of the research shows that the majority of respondents with the factor do not meghambat as many as 86 people (88.66%), which inhibits as many as 11 people (11.34) and based on the majority support factor by supporting 83 people (85,57%) and not support as much (P = 0,002), level of wage and social security (p = 0,016), data and information (p = 0,1) law enforcement (p = 0.008) is related to the implementation of SMK3 in RS Bina Kasih Medan Year 2017. There is a supporting factor relationship (p = 0,001), counseling K3 (p = 0,006), training K3 (p = 0,001), implementation of K3 = 0.004), health examination and PPE (p = 0,003). It is suggested to RS Bina Kasih to improve the implementation of law enforcement so that it is expected eventually the employees' awareness of the importance of K3RS is increasing as well.





Article Details

Section
Articles